Penjaga Sekolah di Cirebon Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

ilustrasi pencabulanCIREBON (TIPIKORJABAR)_Seorang anak di bawah umur dicabuli oleh Seorang penjaga sekolah, Kas alias Jaya (31) dengan diiming-iming akan menikahi korban, tersangka juga sempat merekam perbuatan mesumnya dan mengancam akan menyebarluaskan videonya jika korban melaporkan perbuatan bejatnya tersebut.

Di hadapan petugas Kepolisian Resor Kota Cirebon, Jaya yang merupakan warga kawasan Drajat, Kota Cirebon itu mengaku perbuatannya dilakukan atas dasar suka sama suka. “Saya dan korban sudah setahun pacaran,” katanya, di Mapolresta Cirebon, Kamis (31/1), dan Jaya mengaku, perbuatan itu dilakukannya karena merasa kesepian. Pasalnya, sang istri sudah dua tahun meninggalkan dirinya untuk menjadi TKI di Taiwan. Jaya selama ini tinggal bersama tiga orang anaknya.

Gadis yang berinisial MM(14) sebagai korban yang sudah dikenal tersangka sejak duduk di bangku sebuah sekolah dasar di kawasan Kesambi, tempat Jaya bekerja. Jaya pun melakukan perbuatan tercelanya itu di tempat tinggal yang disediakan pihak sekolah. Selama setahun, Jaya berkali-kali mencabuli Mawar yang kini telah duduk di bangku SMP.

Selama ini, korban tidak berani melaporkan perbuaan Jaya, akibat ancaman peyebaran video mesum mereka yang direkam secara diam-diam oleh Jaya. Namun, aksi Jaya akhirnya diketahui ayah korban yang curiga dan mengikuti Mawar ke rumah Jaya, Jumat (18/1) dini hari.

Kecurigaan ayah korban terbukti saat memergoki Jaya mencabuli anaknya di salah satu ruang kelas SD tempat Jaya bekeja. Perbuatan Jaya akhirnya dilaporkan ke Polresta Cirebon dan Jaya diringkus.

Kapolresta Cirebon Ajun Komisaris Besar Dani Kustoni melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Dony Satria Wicaksono mengatakan, Jaya akan dijera pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Pelaku diancam hukuman maksimal 15 taun penjara dan minilai 3 tahun penjara,” katanya, (Muklas)**

Related posts:

Coba Perkosa Gadis Belia, Polisi Gadungan Dibekuk
Posted by tipikorjabar.com on Feb 1 2013. Filed under Hukum | Kriminalitas. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>